Breaking

13 Mei 2017

MENGEJUTKAN!!! HAKIM BAKAL BEBASKAN PAK AHOK!... DILUAR DUGAAN KEJAHATAN YANG DITUDUHKAN SANGAT TIDAK MUNGKIN UNTUK DIJATUHI HUKUMAN! PASALNYA, 80% MASYARAKAT MENYATAKAN PAK AHOK TIDAK BERSALAH!

MENGEJUTKAN!!! HAKIM BAKAL BEBASKAN PAK AHOK!... DILUAR DUGAAN KEJAHATAN YANG DITUDUHKAN SANGAT TIDAK MUNGKIN UNTUK DIJATUHI HUKUMAN! PASALNYA, 80% MASYARAKAT MENYATAKAN PAK AHOK TIDAK BERSALAH!

PRIMATOTO - Basuki Thajaya Purnama atau Ahok didakwa melakukan penodaan agama dengan Pasal 156 a KUHP dan 156 KUHP. Tetapi selama ini telah terjadi kekeliruan dalam memahami penodaan agama. Karena jika berbicara  terutama Pasal 156 a KUHP, yang didakwakan kepada Ahok, maka mau tidak mau, suka tidak suka, harus bicara berdasarkan sejarah diselipkannya Pasal 156 a, ke dalam KUHP.agen togel online

Dan jika berdasarkan pada historis/sejarah terselipnya Pasal 156 a KUHP yang bermula dari terbitnya PNPS Nomor 1 Tahun 1965, maka Ahok tidak bisa dijerat dengan Pasal 156 a KUHP, karena sesuai sejarah terbitnya PNPS Nomor 1 Tahun 1965 , pada Pasal 4 yang mengatur tentang penodaan agama, yang kemudian diselipkan ke dalam Pasal 156 a KUHP, yang didakwakan kepada Ahok bukan sebagai penodaan agama, sehingga konsekuensi hukumnya hakim harus tunduk pada sejarah Pasal 156 a KUHP, dan konsekuensi hukum selanjutnya adalah Ahok harus bebas, dikarenakan:

 bandar togel online terpercaya

Sejarah diselipkannya Pasal 156 a KUHP, adalah bermula dari ketika terjadi aksi penginjak-injakan Al-Qur’an pada masa pemberontakan PKI, di Purwakarta, Jawa Tengah. Saat itu ada sebuah gudang pemerintah yang kemudian diduduki oleh anggota-anggota PKI, lalu kemudian dokumen-dokumen yang ada di dalam gudang tersebut, termasuk Al-Qur’an disita seluruhnya, dan Al-Qur’an yang telah disita dan merupakan kitab suci agama Islam diinjak-injak oleh anggota-anggota PKI di sekitar gudang itu, lalu kitab suci itu dimasukkan  ke dalam karung dan diinjak-injak lagi agar padat dalam karung. Aksi itu tak sengaja dilihat anggota masyarakat dan menjadi resah sehingga dilaporkan telah terjadi aksi penginjak-injakan Al-Qur’an di sebuah gudang milik pemerintah yang telah dikuasai oleh PKI.web togel terpercaya

Aksi menginjak-injak Al’Qur’an itulah yang dimaksud sebagai penodaan agama sebagaimana ejarah munculnya Pasal 156 a KUHP, jika ditelisik dari sejarahnya yang muncul lebih dulu lewat PNPS Nomor 1 Tahun 1965, baru kemudian diselipkan ke dalam KUHP. Sehingga saat itu anggota PKI yang menginjak-injak Al-Qur’an setelah diterbitkannya PNPS Nomor 1 Tahun 1965 oleh Presiden Soekarno, bisa diseret ke Pengadilan untuk diadili karena dianggap menganggu penodaan agama yang sifatnya menganggu ketertiban umum, karena menginjak-injak Al-Qur’an.freiburgpools

Saat itu tidak ada pilihan lain bagi Presiden Soekarno, keadaan sudah sangat mendesak, karena saat itu sedang terjadi kekosongan hukum, banyak aksi penginjak-injakan Al-Qur’an oleh anggota-anggota PKI yang saat itu bahkan membunuh dan membantai banyak kyai-kyai di Masjid, Pesanteren, dan kaum agamawan , mereka dibunuh dan dibantai karena mereka saat itu dianggap sebagai teroris.coventrypools


Sehingga memaksa Presiden Soekarno pada tahun 1965 mengeluarkan PNPS Nomor 1 Tahun 1965 , dan menyelipkan Pasal 156 a KUHP, agar tidak ada lagi aksi penginjak-injakan Al-Qur’an dan pembunuhan serta pembantaian terhadap kyai-kyai. Sejak dikeluarkannya PNPS Nomor 1 Tahun 1965, tidak ada lagi aksi-aksi penginjak-injakan Al-Qur’an dan pembunuhan kyai-kyai.agen togel sgp.Perbuatan membunuh kyai-kyai saat itulah yang juga memaksa Presiden Soekarno mengeluarkan Pasal 156 a KUHP, dikarenakan kyai-kyai sebagai simbol Islam, membunuh kyai-kyai sata itu dianggap menodai agama Islam.daftar togel hongkong

Apalagi dalam dakwaan penuntut umum menyebut Ahok menafsirkan Al-Maidah ayat 51, padahal Pasal 156 a KUHP dan atau Pasal 156 KUHP yang didakwakan kepada Ahok tidak ada kaitannya dengan menafsirkan Al-Maidah ayat 51 , karena menafsirkan ayat suci ada dalam Pasal 1 PNPS Nomor 1 Tahun 1965 bukan Pasal 156 a KUHP ataupun Pasal 156 KUHP.daftar Bandar togel online aman. Jadi hakim harus bebaskan Ahok, karena dakwaan itu bertentangan dengan sejarah Pasal 156 a KUHP dan Pasal 156 KUHP.Situs judi togel online
Posting Komentar